Unduh

SIARAN PERS: Pelayanan Medis doctorSHARE-ACT Bagi Korban Banjir Kabupaten Bandung

  #Siaran Pers

Bagi warga Kabupaten Bandung, banjir merupakan rutinitas tahunan yang wajar terjadi. Begitu musim hujan datang, warga telah bersiap. Namun warga tak pernah menyangka bahwa banjir yang terjadi pada minggu ketiga Desember 2014 menjadi yang terparah. Jika sebelumnya banjir hanya singgah paling lama sehari, kali ini banjir enggan surut bahkan meninggi dan meluas hingga ke sembilan kecamatan.

 

Di beberapa kecamatan, ketinggian banjir mencapai tiga meter. Selain akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Bandung, banjir terutama disebabkan akibat banjir kiriman dari Pangalengan, Lembang, Kota Bandung, dan area sekitarnya yang meluap melalui anak-anak sungai yang bermuara ke Sungai Citarum.   

 

Tak sempat menyelamatkan harta benda, warga harus mengevakuasi diri ke pengungsian dalam kondisi listrik tidak menyala. Banjir baru menyurut 10 hingga 14 hari kemudian. Beberapa rumah ambruk, sawah terendam, harta benda habis diterjang banjir, sampah dan lumpur tinggi menggenang, dan beragam penyakit mulai bermunculan.

 

Dalam rangka mengurangi beban warga menanggulangi aneka penyakit pasca banjir, doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli) bekerjasama dengan Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan pelayanan medis bagi warga korban banjir Kabupaten Bandung, khususnya di wilayah yang selama ini tidak terpublikasi media dan kurang tersentuh pelayanan kesehatan maupun bantuan logistik.

 

Kegiatan pelayanan selama empat hari (30 dan 31 Desember 2014 serta 2 dan 3 Januari 2015) ini berlangsung di delapan lokasi. Dalam sehari, pelayanan medis digelar di dua lokasi. Jumlah pasien yang dalam empat hari mencapai 1.117 warga dengan penyakit terbanyak berupa dermatitis (penyakit kulit), myalgia (nyeri otot), hipertensi (darah tinggi), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), dan GEA (diare).

 

REKAPITULASI JUMLAH PENGOBATAN PASIEN KORBAN BANJIR KABUPATEN BANDUNG

No

Tanggal

Kampung

Desa

Kecamatan

Jumlah Pasien

1

30 Des 2014

Sayang

Rancatungku (RW 09)

Pamengpeuk

158

2

30 Des 2014

Cilisung

Dayeuh Kolot (RW 13)

Dayeuh Kolot

99

3

31 Des 2014

Citeureup

Dayeuh Kolot (RW 02)

Dayeuh Kolot

137

4

31 Des 2014

Cipasung

Rancatungku (RW 07)

Pamengpeuk

128

5

2-Jan-15

Cireungit

Tanjungsari (RW 09)

Cangkuang

162

6

2-Jan-15

Cigosol

Andir (RW 09)

Baleendah

127

7

3-Jan-15

Kamasan

Banjaran (RW 07)

Banjaran

200

8

3-Jan-15

Cilisung

Dayeuh Kolot (RW 03)

Dayeuh Kolot

106

TOTAL PASIEN

1.117

 

Tim doctorSHARE yang ikut serta dalam kegiatan ini adalah sembilan orang yang terdiri dari lima dokter umum, seorang perawat, dan tiga relawan non medis. Penentuan lokasi pelayanan medis dan koordinasi dengan pemerintah setempat menjadi tanggung jawab tim ACT, sedang doctorSHARE bertanggung jawab penuh dalam pelaksanaan pelayanan medis. Meski kolaborasi doctorSHARE dengan ACT baru pertama kali dilakukan, kegiatan terorganisir dan terlaksana dengan baik.

 

“Pelayanan medis di Kabupaten Bandung merupakan pelayanan medis pertama bagi doctorSHARE di tahun 2015. Kegiatan ini berjalan dengan baik. Kerjasama doctorSHARE dan tim Aksi Cepat Tanggap perlu dikembangkan dan dibina sehingga dapat saling mendukung karena visi dan misinya sama,“ ucap koordinator lapangan doctorSHARE bagi korban banjir Kabupaten Bandung, dr. Riny Sari Bachtiar, MARS.

 

Koordinator lapangan ACT bagi korban banjir di Kabupaten Bandung sekaligus Ketua Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kabupaten Bandung, Atep Supriyatna, mengungkapkan hal serupa.

 

Alhamdullillah selama melaksanakan pelayanan kesehatan seminggu ini, semuanya berlangsung lancar. Warga terkesan dengan pelayanan yang diberikan. Mudah-mudahan kerjasama ini terus berlanjut untuk menjangkau saudara-saudara kita yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan,“ paparnya.

 

Hingga berita ini diterjunkan, sebagian besar warga masih sibuk membersihkan rumah mereka yang rata-rata terendam banjir. Warga juga masih menghadapi ancaman banjir susulan jika kondisi cuaca tidak membaik. Meskipun banjir telah terjadi sejak bertahun-tahun silam hingga menimbulkan korban jiwa dan material yang tidak sedikit, solusi strategis dari Pemerintah Kabupaten belum terlihat. (***)

Jika perambah/browser Anda tidak mendukung, silahkan Unduh file di sini