Unduh

SIARAN PERS Pelayanan Medis Flying Doctors doctorSHARE-Yayasan Somatua di Kab. Intan Jaya, Papua (24-29 Juni 2015)

  #Siaran Pers

Siaran Pers

Pelayanan Medis Flying Doctors (Dokter Terbang) doctorSHARE - Yayasan Somatua
di Kabupaten Intan Jaya, Papua
(24 – 29 Juni 2015)


Setelah pelayanan medis pertama yang berlangsung Maret 2015 silam, doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli bekerjasama dengan Yayasan Somatua melangsungkan pelayanan medis
Flying Doctors (Dokter Terbang) untuk kedua kalinya di Kabupaten Intan Jaya, Papua.


Tema yang diambil dalam pelayanan medis kali ini adalah “Melangkah Bersama Wujudkan Papua Sehat dan Berdaya”. Tim Flying Doctors terdiri dari seorang dokter spesialis, dua dokter umum, seorang perawat, dan dua relawan non medis.

Dalam pelayanan medis
Flying Doctors kali ini, tim melayani masyarakat di Desa Gagemba, Distrik Homeyo dan Desa Bilogai, Distrik Sugapa selama lima hari. Pelayanan medis di Desa Gagemba berlangsung selama tiga hari (24 – 26 Juni 2015) sementara pelayanan medis di Desa Bilogai berlangsung dua hari (27 dan 29 Juni 2015).

Desa Gagemba sama sekali tidak memiliki fasilitas kesehatan. Untuk memperoleh pelayanan kesehatan, masyarakat harus menempuh perjalanan dengan medan yang sulit melalui berbagai perbukitan sehingga tak jarang banyak di antara mereka yang memilih pasrah.

Menurut masyarakat setempat,
Flying Doctors doctorSHARE adalah tim pertama yang menjangkau mereka. Fakta ini membuat masyarakat berbondong menghampiri tim. Sambutan hangat dan antusiasme yang tinggi membuat tim makin semangat melayani masyarakat.

Pelayanan medis di kedua lokasi ini berlangsung dengan baik. Secara keseluruhan, tim melayani bedah minor sebanyak 27 pasien dengan 37 kasus. Kasus bedah minor terbanyak antara lain adalah hernia, lipoma, kista ateroma, papilloma, dan korpus alienum.

Tim juga melangsungkan pengobatan umum terhadap 551 pasien dengan penyakit terbanyak meliputi artralgia (nyeri sendi), myalgia (nyeri otot), ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dermatitis (penyakit kulit), dan vulnus laceratum (luka-luka).
Selain itu, tim juga memberikan obat cacing dan vitamin kepada 200 anak.

Pencapaian target pada program
Flying Doctors kali ini sudah memuaskan, meski masih banyak masyarakat yang belum terlayani karena keterbatasan tenaga dan logistik.

Komunikasi merupakan salah satu faktor pendukung yang sangat dibutuhkan dalam konsultasi medis. Lebih dari separuh masyarakat tidak mengerti Bahasa Indonesia, anak-anak maupun dewasa. Untuk mengatasinya, tim meminta bantuan pemuda setempat untuk menerjemahkan keluhan pasien serta menjelaskan cara konsumsi obat-obatan yang diberikan.

Koordinator
Flying Doctors, dr. Riny Sari Bachtiar, MARS mengungkapkan bahwa banyak hal yang sesungguhnya dapat dilakukan untuk menyediakan layanan medis bagi masyarakat Papua. “Birokrasi memang diperlukan tapi bukan harga mati. Kami mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam mewujudkan Papua sehat dan berdaya,” papar dr. Riny.

Pendiri doctorSHARE (Yayasan Dokter Peduli), dr. Lie A. Dharmawan, PhD, FICS, SpB, SpBTKV mengatakan adanya masyarakat yang belum pernah menikmati layanan medis sejak Indonesia merdeka adalah suatu kenyataan. Tidak heran jika masyarakat menyambut pelayanan medis Flying Doctors dengan penuh antusias.
“Jika ingin mengembangkan Kabupaten Intan Jaya dan Papua, kita harus lebih sering datang melayani,” ucap dr. Lie.

Pendiri Yayasan Somatua, Maximus Tipagau, menuturkan hal senada.

“Inilah pertama kalinya ada tim medis yang menembus Kabupaten Intan Jaya dan melayani masyarakat di wilayah ini. Setelah sekian lama pasrah, akhirnya mereka seolah mendapat jawaban dari Tuhan. Lebih dari 500 warga berhasil diobati di bawah tenda sederhana. Kesehatan dasar termasuk masalah air bersih sesungguhnya perlu diperhatikan pemerintah.“


(***)


doctorSHARE atau Yayasan Dokter Peduli adalah organisasi kemanusiaan non profit yang bergerak di bidang medis. Organisasi yang berdiri sejak 19 November 2009 ini memiliki berbagai program seperti Panti Rawat Gizi, Rumah Sakit Apung, dan Dokter Terbang.

Yayasan Somatua didirikan tahun 2012 dengan tujuan memberdayakan masyarakat Papua. Yayasan Somatua terlibat kerjasama dengan berbagai organisasi sosial dalam rangka mengembangkan sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat Papua.

Jika perambah/browser Anda tidak mendukung, silahkan Unduh file di sini