Kabar Terkini
Jadilah Mukjizat Bagi Lingkungan Sekitar

Jadilah Mukjizat Bagi Lingkungan Sekitar

14 Juli 2017

Oleh: Lina Tubagus, S.H. (Relawan doctorSHARE)


Karya pelayanan medis doctorSHARE di wilayah terpencil senada dengan pernyataan Nick Vujicic, motivator asal Amerika Serikat: “Bila engkau tidak mendapatkan mukjizat, jadilah mukjizat itu sendiri”. Bagi saya, doctorSHARE telah menjadi mukjizat bagi mereka yang selama ini membutuhkan pertolongan. 


Sungguh suatu anugerah bagi saya dapat bergabung menjadi bagian dari keluarga besar doctorSHARE. Ini bermula ketika saya melihat upaya doctorSHARE menggalang dana dengan berjualan merchandise di wilayah kantor tempat saya dulu bekerja. Sembari membeli beberapa merchandise, saya bertanya pada salah seorang anggota tim mengenai cara menjadi relawan. 


Saya disarankan berkunjung langsung ke kantor sekretariat doctorSHARE di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta. 30 Agustus 2016, saya menyambangi kantor dan bertemu dengan Ibu Lucy Tawara. Beliau menuntun saya bertemu dengan dr. Herliana Yusuf dari Divisi Dokter Terbang. Selanjutnya, dr. Herliana Yusuf menggandeng saya bergabung sebagai relawan di bawah kepemimpinannya. 


Sejak 5 September 2016, saya pun aktif menjadi relawan doctorSHARE. Akhirnya, saya dapat merealisasikan kerinduan hati yang mengendap selama bertahun-tahun untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain dalam wadah organisasi sosial. 


Bidang pelayanan yang ditawarkan pada saya pertama kalinya adalah mengkaji perjanjian yang dibuat antara doctorSHARE dengan pihak lain. Karena banyaknya pekerjaan, saya juga membantu menangani pekerjaan dari divisi-divisi lain seperti membantu Divisi Media menerjemahkan narasi video pelayanan medis, mencari beberapa data, serta membantu sekretariat merekap data para donatur.


Selain itu, saya pun membantu Divisi Logistik mempersiapkan kebutuhan logistik bagi pelayanan medis yang akan dilakukan di RSA dr. Lie Dharmawan dan RSA Nusa Waluya I.  Pada acara ulang tahun doctorSHARE yang ke-7, saya menjadi anggota tim konsumsi, Saya pun mewakili Divisi Media mengikuti workshop tentang media sosial, dan pastinya ada hal baru yang akan saya kerjakan di masa mendatang. 


Semua hal yang saya kerjakan bersama doctorSHARE sangat menarik dan berkesan. Dalam perspektif saya, sesuatu yang besar pasti tersusun dari hal-hal kecil – seperti halnya bangunan megah yang terdiri dari batu-bata, semen, dan cat atau seperti tubuh kita yang tersusun atas berbagai organ tubuh. 


Bagian-bagian kecil ini bergabung menjadi satu kesatuan yang tidak dapat berdiri sendiri. Dengan demikian, doctorSHARE dapat merealisasikan visi-misinya mulai dari hal-hal kecil yang dilakukan tiap relawan, bekerjasama dengan pemerintah, dan elemen masyarakat lainnya.  


Banyak hal berharga yang saya peroleh selama menjadi relawan. Selain mendapat ilmu mengenai team building, conflict management, dan time management, saya juga mengenal penggunaan media sosial bagi organisasi nirlaba. Saya pun jadi tahu sedikit tentang obat-obatan, mendapat teman-teman baru, dan terutama belajar mengamalkan kasih melalui kehidupan yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.


Ibu Teresa pernah berkata bahwa “Dalam kehidupan ini, kita tidak selalu dapat melakukan hal besar. Tapi kita dapat melakukan banyak hal kecil dengan cinta yang besar." Seperti halnya Ibu Teresa, dr. Lie Dharmawan sang pendiri doctorSHARE juga menjadi role model saya. Saya ingat beliau pernah mengatakan, “kalau kita bangga menjadi bangsa Indonesia, mari lakukan apa yang bisa kita lakukan.”


Komitmen dari tiap relawan membuat doctorSHARE tetap konsisten menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menunjukkan kasih-Nya pada banyak orang. Mengapa? Karena inti kehidupan ini adalah kasih dan pelayanan. Kasih adalah benih pelayanan yang akhirnya membuat kita mampu menghasilkan dampak positif. Sekecil apapun yang kita lakukan bagi sesama artinya kita sedang melayani Tuhan.


Pelayanan kepada Tuhan tak hanya terbatas pada melakukan kegiatan keagamaan tapi dari keseharian kita yang membawa manfaat bagi orang lain. 


Kita tidak bisa mengklaim telah mengasihi Tuhan jika tidak membuktikan kasih pada yang kasat mata lebih dulu yakni manusia dan makhluk ciptaan Tuhan lainnya (alam, hewan, tumbuhan, dan sebagainya). Melayani menjadi bukti kasih kita pada sesama sekaligus Pencipta kita. Merujuk pada paragraf pertama tulisan ini, saya mengajak teman-teman semua menjadi mukjizat bagi sekitar kita.


* * *