Pelayanan Medis doctorSHARE dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Mayau, Kota Ternate, Maluku Utara (15 - 22 Juli 2017)

Pelayanan Medis doctorSHARE dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Mayau, Kota Ternate, Maluku Utara (15 - 22 Juli 2017)

25 Juli 2017

Oleh: Devrila Muhamad Indra

Tim doctorSHARE melakukan pelayanan medis di Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara dimulai pada Sabtu (15/7). Tim melanjutkan Perjalanan dari Ternate menuju Pulau Mayau dengan RSA dr. Lie Dharmawan selama 16 jam. Pelayanan medis kali ini menerjunkan 14 relawan medis,  tiga orang relawan non medis, dan lima orang kru kapal. Kegiatan yang bertajuk ‘Membangun Indonesia Perifer Sehat’ ini  bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Ternate, Polair Polda Maluku Utara, dan Puskesmas Kecamatan Batang Dua.

Pelayanan berlangsung 16 hingga 19 Juli dalam bentuk pengobatan umum (250 pasien), Penyuluhan kesehatan mengenai perilaku hidup bersih kepada pasien pengobatan umum, bedah minor (48 pasien), dan bedah mayor (8 pasien). Kebanyakan pasien berdomisili di Pulau Mayau dan Pulau Tifure yang memiliki 6 kelurahan (Bido, Lelewi, Mayau, Perum Bersatu, Tifure, dan Pantai Sagu). Wilayah tersebut hanya memiliki satu puskesmas induk dan tiga puskesmas pembantu. 

Menurut data estimasi Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate memiliki 2875 penduduk. Untuk saat ini hanya ada satu orang dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang melayani masyarakat di enam kelurahan yang terbagi di dua pulau tersebut.  Sehingga dokter dan tim medis harus membagi tugas untuk melayani masyarakat yang terpisah jarak antar pulau. 

“Segi transportasi dan sistem rujukan yang terkadang menjadi kendala, dan sangat memberatkan kepada pasien,” Ujar dr. Richard yang sudah dua tahun menjadi dokter PTT di Puskesmas Induk Kecamatan Batang Dua. 

Kepala Puskesmas Kecamatan Batang Dua, Yulianus Belian Ali mengatakan, bahwa puskesmas induk ini diresmikan pada tahun 2008 yang sebelumnya berfungsi sebagai Puskesmas Pembantu Sulamadaha. Akses transportasi menjadi kendala serius. Terlebih bagi pasien yang harus dirujuk (tidak dapat ditangani di puskesmas ini) ke Ternate dengan transportasi dari Pelni yang hanya ada dua minggu sekali. “Pilihannya menyewa boat dengan harga 5 sampai 10 juta untuk perjalanan pulang pergi,” ungkapnya.

Secara keseluruhan kegiatan pelayanan medis di Pulau Mayau, Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara berjalan lancar berkat kerjasama yang baik dari pihak penyelenggara. Masyarakat juga terlihat sangat mengharapkan kedatangan tim kembali. Terbukti dengan banyaknya jumlah warga yang mengantar tim doctorSHARE dengan lambaian tangan ketika meninggalkan Pulau Mayau. 

“Pulau Mayau adalah tempat ideal untuk melakukan pelayanan medis doctorSHARE, mengingat fasilitas dari segi transportasi yang minim sehingga berpengaruh terhadap akses kesehatan masyarakat,”  ucap dr. Cynthia selaku Koordinator Lapangan Pelayanan Medis doctorSHARE di Pulau Mayau.


* * *