Pelayanan Medis Perdana Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya I Tahun 2017 (25 Juli – 1 Agustus 2017)

Pelayanan Medis Perdana Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya I Tahun 2017 (25 Juli – 1 Agustus 2017)

7 Agustus 2017

Oleh: Jonathan Adrian

Tahun 2017, RSA Nusa Waluya I melakukan pelayanan medis perdana di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Pelayanan medis kali ini dilakukan di dua tempat secara bergantian, yakni Kota Ranai dan Kecamatan Pulau Tiga. Kegiatan berlangsung dari tanggal 25 Juli hingga 1 Agustus 2017.

Pada pelayanan medis di Kabupaten Natuna, doctorSHARE menerjunkan 17 relawan medis, tiga relawan non medis, dan delapan kru kapal RSA Nusa Waluya I. Jumlah keseluruhan ada 28 relawan yang ikut serta dalam kegiatan ini.

Tak kurang dari 207 pasien ditangani di RSA Nusa Waluya I. Pasien terbagi dalam kategori balai pengobatan 110 pasien, bedah minor 28 pasien, bedah mayor 15 pasien, dan pemeriksaan gigi 54 pasien. Layanan periksa gigi merupakan layanan baru dalam rangkaian pelayanan medis doctorSHARE selama ini. Tindakan yang dilakukan berkaitan dengan pelayanan gigi adalah pencabutan gigi, penambalan gigi, dan konsultasi.

Tim doctorSHARE tiba di Ranai pada Selasa (25/7) siang hari. Esoknya, tim mulai membuka balai pengobatan untuk melakukan tindakan umum dan pengecekan awal (screening) untuk pasien bedah mayor dan minor. 

Pada Rabu (26/7) tim memutuskan untuk pindah ke Kecamatan Pulau Tiga. RSA Nusa Waluya I harus menempuh perjalanan selama sepuluh jam untuk tiba di Kecamatan Pulau Tiga. Di sana, tim bekerja sama dengan Kepala Puskesmas Pulau Tiga, dr. Muhammad Fadhil untuk menginformasikan dan mengumpulkan pasien. 

Sebagian besar pasien berasal dari tiga pulau utama di Pulau Tiga, yakni Sabang Mawang, Tanjung Batang, dan Teluk Labuh. Tak hanya itu, doctorSHARE juga membagi tiga tim untuk datang melakukan pengecekan awal (screening) dan pengobatan di rumah warga pada masing-masing pulau tersebut.

“Kita bagi tiga tim untuk jemput bola ke rumah-rumah,” ujar Kordinator Lapangan Pelayanan Medis doctorSHARE di Kabupaten Natuna, Susanto.

Warga sendiri merasa sangat terbantu dengan kehadiran tim doctorSHARE di Kabupaten Natuna. Suradi (46) misalnya, merasa sangat terbantu dengan pelayanan gigi dan sunat yang dilakukan. Menurutnya, selama ini pelayanan sunat dan gigi memang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan lokal, hanya Pak Suradi merasa berat dengan biaya yang harus dikeluarkan.

* * *