Pelayanan Medis dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku (21 - 24 Oktober 2017)

Pelayanan Medis dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku (21 - 24 Oktober 2017)

30 Oktober 2017

Oleh: Andreas Yanu Kristiawan

21-24 Oktober 2017, doctorSHARE kembali melaksanakan pelayanan medis bagi masyarakat yang minim akses pelayanan kesehatan. Pelayanan medis kali ini dilaksanakan di Benjina, Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku. Benjina merupakan salah satu desa di Kecamatan Aru Tengah yang tergolong minim akses dan fasilitas kesehatan.

Tim doctorSHARE yang beranggotakan 15 orang relawan medis dan dua orang relawan non-medis. Tim berangkat dari Jakarta menuju Ambon pada hari Jumat (20/10) dini hari. Setiba di Ambon, tim langsung melanjutkan perjalanan menuju Dobo, Ibukota Kabupaten Kepulauan Aru.
 
Dari Dobo tim melanjutkan perjalanan menuju Benjina menggunakan kapal Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan yang diawaki oleh lima orang kru. Pelayaran dari Dobo ke Benjina memakan waktu hampir lima jam.

Tim melaksanakan Balai Pengobatan (BP) dan pemeriksaan awal (screening) pasien operasi, pada keesokan harinya (21/10). BP dan screening dilaksanakan di Puskesmas Benjina dimulai dari pukul 08:00 WIT sampai 15:00 WIT. Tercatat ada 455 pasien yang memeriksakan kondisi kesehatannya. Sebanyak 13 pasien mendapat penanganan lanjutan operasi mayor dan 52 pasien menjalani operasi minor. 

Kepala Puskesmas Benjina, Natalia turut mendukung berjalannya BP dan screening dengan menurunkan beberapa staf medis untuk membantu berjalannya pelayanan medis. Natalia merasa senang karena jumlah warga yang berobat jauh lebih banyak dari perkiraan awal.

“Kami senang karena pantauan awal kami hanya 100, tapi hingga sekarang yang mendaftar sudah 400 lebih. Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih kepada tim dokter atas pelayanannya,” ujar Natalia.

Operasi mayor dan minor dilaksanakan selama tiga hari pada 22-24 Oktober 2017 di RSA dr. Lie Dharmawan. RSA dr. Lie Dharmawan bersandar di dermaga milik perusahaan penangkapan ikan, PT. Pusaka Benjina Resources (PBR).

RSA dr. Lie Dharmawan memilih bersandar di dermaga milik PT. PBR yang lokasinya terpisah dari perkampungan Desa Benjina karena tidak memungkinkan bersandar di dermaga desa yang pesisirnya terlalu dangkal. Tidak ada akses jalur darat menuju RSA, sehingga masyarakat harus menggunakan perahu atau speed boat.

Meski demikian, kendala akses menuju RSA tak menghalangi antusiasme warga untuk berobat dan menjalani operasi. Pasien yang datang tidak hanya dari Benjina saja, dari desa-desa sekitar bahkan dari Dobo sekalipun datang untuk mendapatkan pelayanan medis.

Pemerintah setempat turut mendukung adanya pelayanan medis doctorSHARE di wilayahnya. Bupati Kepulauan Aru, dr. Johan Gonga beserta stafnya berkunjung ke lokasi RSA bersandar. Johan meninjau langsung dan mengapresiasi berlangsungnya pelayanan medis. Ia meminta Polair agar mengerahkan speed boat untuk mobilisasi pasien dari desa-desa ke RSA dr. Lie Dharmawan.

* * *