Pelayanan Medis doctorSHARE Bersama Star Energy di Kabupaten Kepulauan Anambas (25 Juli - 1 Agustus 2018)

Pelayanan Medis doctorSHARE Bersama Star Energy di Kabupaten Kepulauan Anambas (25 Juli - 1 Agustus 2018)

12 Agustus 2018

Oleh: Faluthi Faturahman

Pada 25 Juli – 1 Agustus 2018, doctorSHARE melaksanakan pelayanan medis untuk masyarakat Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau tepatnya di Pulau Nyamuk dan Pulau Jemaja. Pada tahun 2017 doctorSHARE juga menggelar pelayanan medis di Kepulauan Anambas.

doctorSHARE menerjunkan 16 orang relawan yang terdiri dari 14 relawan medis dan dua relawan non-medis. Tim dibagi menjadi dua waktu keberangkatan, tim pertama berangkat dari Jakarta pada 25 Juli 2018 dan tim kedua berangkat pada 27 Juli 2018. Kegiatan yang dilaksanakan dalam pelayanan medis kali ini diantaranya balai pengobatan umum, operasi minor, operasi katarak, penyuluhan kesehatan, dan pelatihan untuk petugas puskesmas setempat.

Berdasarkan data yang dihimpun dari koordinator pelayanan, jumlah pasien balai pengobatan umum di Pulau Nyamuk yaitu 115 pasien dan di Pulau Jemaja berjumlah 88 pasien, 10 pasien bedah minor, 20 pasien operasi katarak, satu pasien kalazion, dan satu pasien angkat jahitan pterigium.

Pelayanan Medis di Pulau Nyamuk

Perjalanan menuju lokasi banyak ditempuh melalui jalur laut. Untuk mencapai lokasi, tim menggunakan perahu pompong yang memakan waktu sekitar empat jam dari Pulau Palmatak menuju Pulau Nyamuk. Pada hari pertama (25/7) tim langsung terjun ke lapangan dan berbagi tugas. Dua orang relawan medis melakukan penyuluhan di SMPN 1 dan SMAN 1 Siantan Timur.

“Menarik, menjadi materi bagi saya dari tidak tahu menjadi tahu. Mengerti bagaimana akibat dari pergaulan bebas, tahu bagaimana cara membangunkan orang yang pingsan,” kata siswa SMAN 1 Siantan Timur, Nurul Hasanah.

Relawan medis lainnya melakukan pengobatan umum dan screening di Puskesmas Desa Nyamuk. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan operasi minor. Esok harinya (26/7) tim melakukan pelatihan cara pengecekan golongan darah kepada petugas kesehatan Puskesmas Siantan Timur. Setelah melaksanakan pelatihan, petugas puskesmas bersama relawan doctorSHARE mengetes golongan darah siswa-siswi di SMPN 1 Siantan Timur dan SMAN 1 Siantan Timur.

“Sebisa mungkin bila ada (golongan) darah yang sama kan dengan saya, seandainya orang itu membutuhkan darah, bisa saja saya mendonorkan darah saya”, tambah Nurul.

Antusiasme tinggi terlihat dari masyarakat yang hadir dalam pelayanan medis. Adapun kendala yang dihadapi masyarakat adalah cuaca dan gelombang laut yang kurang baik saat pelayanan medis, masyarakat dari beberapa pulau sekitar enggan untuk menyeberang ke Pulau Nyamuk dalam kondisi tersebut.

Pelayanan Medis di Pulau Jemaja

Tim relawan doctorSHARE berpindah tempat pelayanan medis selanjutnya di Pulau Jemaja, esok harinya (27/7) tim melangsungkan pelayanan medis di puskesmas setempat. Relawan medis menggelar balai pengobatan sekaligus screening untuk calon pasien operasi minor dan katarak. Sore hari tim berpindah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jemaja untuk melakukan operasi katarak dan operasi minor.

Tim kedua yang terdiri dari dokter spesialis mata tiba di Pulau Jemaja dan langsung memeriksa keadaan mata pasien yang semula sudah di screening. Pada Sabtu (28/7) tim melakukan kontrol terhadap pasien operasi katarak pada hari sebelumnya. Tim juga kembali melayani masyarakat yang membutuhkan layanan operasi mata.

“Mata agak terang tadi, sudah nampak lah. Jelas kan, di satu dua, sampai jauh tadi,” tutur salah satu pasien operasi katarak, Abd Milin.

Kesulitan masyarakat untuk mengakses kesehatan hanya ketika membutuhkan rujukan dari puskesmas untuk mencapai RSUD Jemaja. Puskesmas sudah tersedia di pulau-pulau yang ada di Kepulauan Anambas. Ketika masyarakat dirujuk untuk ke RSUD, masyarakat kembali harus melihat keadaan gelombang laut dan cuaca.

Kendala yang sama kerap ditemui RSUD Jemaja ketika harus merujuk pasien ke rumah sakit yang lebih baik di Tanjung Pinang atau di Tarempa. Pada musim-musim tertentu pada akhir dan awal tahun, kapal feri dan pesawat tidak dapat melaju. Keadaan ini menyebabkan pasien akan tertunda untuk diberikan pengobatan.

“Di sini (RSUD Jemaja) kita hanya punya dua dokter spesialis, dokter bedah dan dokter kandungan. Pasien diluar itu, seperti saraf dan seperti contoh kecil seperti mata misalnya, maka harus kita rujuk,” ujar Pelaksana Tugas Direktur RSUD Jemaja, dr. Agustino Ahdia Putra.

Secara keseluruhan masyarakat dan pemerintah menanggapi secara positif pelayanan medis, terbatasnya akses kesehatan di pulau dapat terbantu melalui pelayanan medis. “doctorSHARE ini sangat membantu, kami atas nama pemerintah maupun dinas sangat berterimakasih dengan kegiatan pelayanan kesehatan kemarin,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas, Herianto.

* * *