Pelayanan Medis dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (2 – 8 September 2018)

Pelayanan Medis dengan RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (2 – 8 September 2018)

11 September 2018

Oleh: Faluthi Faturahman

Pada 2 - 8 September 2018, doctorSHARE melangsungkan pelayanan medis di Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan. Dalam pelayanan medis kali ini, doctorSHARE menerjunkan 17 relawan medis dan delapan relawan non-medis. Rangkaian kegiatan pelayanan medis di Muna Barat diantaranya balai pengobatan umum, pengobatan gigi, operasi minor, dan operasi mayor.

Pelayanan medis doctorSHARE di Muna Barat disambut antusias oleh masyarakat setempat. Saat pesawat yang membawa tim relawan mendarat di Bandar Udara Sugimanuru, sudah terlihat banyak orang di luar pagar bandara. Bupati Muna Barat, Drs. Laode Muhammad Rajiun Tumada, M.Si beserta staf pemerintahan sudah menunggu dan menyambut tim doctorSHARE ketika turun dari pesawat. Tari-tarian menjadi sambutan dan salam hangat yang menyegarkan bagi tim setelah menempuh empat jam perjalanan udara.

Kabupaten Muna Barat merupakan wilayah pemekaran baru dari Kabupaten Muna. Kabupaten Muna Barat terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 tahun 2014. Bahan-bahan material, alat-alat berat, dan jalan yang masih rusak menjadi pemandangan selama perjalanan menuju Pelabuhan Tondasi di Kecamatan Tiworo Utara.

Pelayanan Medis di Muna Barat

Pada Senin (3/9) tim melaksanakan balai pengobatan umum, pengobatan gigi, dan screening (pengecekan awal) di kantor Kecamatan Tiworo Utara. Pelayanan medis dibantu oleh petugas kesehatan puskesmas dan petugas kesehatan dinas kesehatan setempat. Setelah selesai melakukan pelayanan medis di kantor kecamatan, tim kembali ke RSA dr. Lie Dharmawan untuk melaksanakan operasi minor dan mayor.

Berdasarkan laporan koordinator tercatat ada 332 pasien balai pengobatan umum, 42 pasien operasi mayor, 104 pasien operasi minor, dan 64 pasien gigi. Terdata lima penyakit terbanyak yang ditemukan tim yaitu Hipertensi, Dyspepsia, Myalgia, ISPA dan Cephalgia. Tim tetap membuka pengobatan gigi, pengecekan calon pasien operasi, serta operasi minor dan mayor bagi masyarakat yang baru hadir pada hari-hari berikutnya.

Salah satu pasien yang hadir adalah Sarno. Sarno baru mendapat informasi mengenai pengobatan dan operasi gratis doctorSHARE sehari sebelum pelayanan medis berakhir. Sarno dan anaknya Rhio, seringkali mengeluhkan rasa sakit diantara perut dan bagian selangka. Sakit ini sering mereka rasakan bila melakukan kerja atau kegiatan yang keras.

“Kita berangkat saja nih pak, siapa tau dokter itu bisa operasi ini,” tutur Tri Yulia, istri Sarno. Kamis pagi (6/9) Sarno dan keluarga datang dari Desa Abadi Jaya sekitar satu jam perjalanan ke Pelabuhan Tondasi. Sesampainya di Tondasi, tim medis doctorSHARE melakukan screening kepada Sarno dan anaknya. Sarno dan Rhio di diagnosa Hernia, keduanya dijadwalkan operasi pada hari terakhir pelayanan medis di Muna Barat.

Kabupaten Muna Barat baru terbentuk sekitar tiga tahun lalu, kondisi awal fasilitas kesehatan masih memperihatinkan. Saat itu hanya ada satu orang dokter untuk Kabupaten Muna Barat. “Namun saat ini dokter umum sudah delapan orang dan dokter spesialis dua orang, spesialis penyakit dalam dan kandungan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muna Barat, Hidayat.

Menurut Hidayat penambahan fasilitas alat kesehatan sudah direncanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Muna Barat. Penambahan jumlah alat kesehatan bersamaan dengan pembangunan fasilitas lima gedung rumah sakit sudah yang selesai dibangun.

Hidayat turut mengapresiasi kedatangan tim doctorSHARE ke Kabupaten Muna Barat. Menurutnya pelayanan medis ini baru pertama kali diadakan di wilayahnya. “Ini kegiatan yang paling mulia bagi kami, karena ini baru pertama kali untuk kegiatan operasi gratis disini. Biasanya hanya ada pemeriksaan kesehatan gratis,” tutup Hidayat.

* * *