Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan untuk Bencana Gempa Lombok (22-25 September 2017)

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan untuk Bencana Gempa Lombok (22-25 September 2017)

29 September 2018

Oleh: Panji Arief Sumirat

Tim relawan doctorSHARE untuk kali kedua melayani masyarakat terdampak gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pelayanan medis pertama pada 10 Agustus 2018 dan dipusatkan di wilayah Lombok Utara. Berdasarkan kebutuhan akan bantuan medis, tim kembali hadir pada 21-26 September 2018 dengan Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan.

Pelayanan medis kedua untuk gempa Lombok dipusatkan di wilayah Kabupaten Lombok Timur yang terdampak gempa. RSA dr. Lie Dharmawan sudah hadir empat hari sebelum tim dan sandar di Pelabuhan Labuhan Lombok. Relawan yang diterjunkan dalam pelayanan medis ini berjumlah 21 orang yang terdiri dari 14 relawan medis dan tujuh orang relawan non-medis.

Rangkaian kegiatan yang direncanakan adalah pengobatan umum di pengungsian, pelayanan bedah mayor dan minor, dan sesi trauma healing untuk anak-anak di pengungsian. Kegiatan diawali dengan pengobatan umum di pengungsian Lapangan Poh Gading, Kecamatan Pringgabaya pada Sabtu (22/9).  Total pasien pengobatan umum yaitu 358 orang. Selain pengobatan umum, tim juga menggelar pengecekan awal (screening) untuk pasien bedah.

Pada hari selanjutnya (23/9) kegiatan berpusat di RSA dr. Lie Dharmawan untuk pelaksanaan bedah mayor dan minor. Pukul 09:00 WITA pasien operasi sudah berkumpul di RSA dan menunggu giliran operasi. Berdasarkan laporan Koordinator Bedah Mayor dan Minor, tercatat ada tujuh pasien operasi mayor dan sepuluh pasien operasi minor.

Tim kembali bergerak untuk pengobatan umum di pos pengungsian. Senin (24/9) tim menuju pengungsian di Dusun Sugian, Desa Takalok, Kecamatan Sambelia. Seusai makan siang tim kembali bergerak ke pengungsian lain di wilayah Belanting. Koordinator Pengobatan Umum, Intan Novilda mengatakan total pasien masing-masing tempat yaitu 106 dan 38 pasien.

Lokasi pengungsian yang dituju tim pada Selasa (25/9) yaitu di Desa Seruni Mumbul, dan Desa Bunutunjang, Kecamatan Pringgabaya.  Saat tiba di pengungsian Desa Seruni Mumbul masyarakat sudah berkumpul untuk pengobatan umum, jumlah pasien pengobatan umum 104 orang. Pengobatan umum berpindah ke Desa Bunutunjang pada siang hari dengan jumlah pasien 73 orang.

Selama dua hari terakhir tim tetap menerima pasien operasi mayor dan minor, ada tambahan dua pasien operasi mayor dan dua pasien operasi minor. Total pasien operasi mayor dan minor sepanjang pelayanan medis di Lombok Timur yaitu sembilan dan 12 pasien. Jumlah keseluruhan pasien pengobatan umum yaitu 715 pasien.

Sesi Trauma Healing

Gempa bumi yang melanda Lombok hampir dua bulan berlalu namun masih melekat di benak masyarakat. Ketakutan akan terjadinya gempa susulan masih membayangi, alhasil masyarakat memilih tinggal di pengungsian yang dianggap aman. Hal tersebut tentunya dirasakan pula oleh anak-anak yang tinggal di pengungsian.

Sesi trauma healing diadakan bersamaan dengan pelayanan medis di pengungsian. Target trauma healing adalah anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Aktivitas yang dilakukan saat sesi trauma healing adalah bermain, belajar, mewarnai, dan bernyanyi. Menurut relawan tutor trauma healing, Astari Yuniarti kegiatan tersebut merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan anak-anak sehari-hari.

"Selain kebutuhan medis, masyarakat juga membutuhkan pemulihan psikis. Pemulihan psikis untuk anak-anak bisa melalui kegiatan menyenangkan yang sehari-hari mereka lakukan,” tutur Astari.

* * *