Ultrasonografi Sebagai Stetoskop Masa Depan

Ultrasonografi Sebagai Stetoskop Masa Depan

7 Februari 2019

Oleh: dr. Karnel Singh

Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) kini menjadi metode pemeriksaan yang sangat berguna dalam dunia medis. Pemeriksaan USG memberikan rasa nyaman bagi pasien sebab dapat dilakukan tanpa puasa terlebih dahulu. Pasien cukup dengan menahan buang air kecil bila USG dilakukan pada perut bagian bawah. Keuntungan lain pemeriksaan USG yaitu bisa dilakukan berulang-ulang tanpa khawatir akan efek radiasi yang ditimbulkan, sangat mudah dioperasikan, dapat dibawa kemana-mana, dapat memberikan hasil yang cepat, dan dapat diinterpretasikan oleh banyak orang termasuk orang awam sekalipun.

Pada bidang kebidanan dan kandungan, pemeriksaan USG menjadi jenis pemeriksaan yang penting dan bermanfaat dalam menentukan keadaan pasien. Pemeriksaan USG kebidanan dapat membantu mendeteksi kecacatan yang terjadi pada janin contohnya kelainan genetik dan bibir sumbing. Selain itu USG juga bisa membantu mengetahui jenis kelamin janin, menentukan perkiraan berat janin, dan memprediksi waktu kelahiran. Sebagian besar pemeriksaan USG dilakukan pada bagian perut.

Namun pada keadaan tertentu dapat pula dilakukan pemeriksaan USG melalui kemaluan (Ultrasonografi transvaginal) khususnya pada saat kehamilan muda atau dalam melakukan pendeteksian tumor kandungan, hal ini dilakukan guna mendapatkan hasil atau gambaran yang lebih baik jika dibandingkan dengan USG yang dilakukan pada bagian perut atau abdomen. Ultrasonografi transvaginal merupakan suatu pemeriksaan yang aman bagi para wanita saat kehamilan, hal ini perlu ditekankan sebab USG transvaginal seringkali menjadi "kambing hitam" dari terjadinya keguguran pada masa kehamilan.

Probe atau alat pemindai dari USG transvaginal masuk melalui vagina sampai batas mulut rahim (serviks) saja dan tidak masuk hingga ke dalam rahim. Seringkali masyarakat mendengar isu-isu menyesatkan mengenai efek radiasi yang ditimbulkan pada pemeriksaan USG, seperti adanya efek radiasi yang dapat menyebabkan kecacatan pada janin, keguguran, dan sebagainya. World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa pemeriksaan USG merupakan suatu pemeriksaan yang aman dan tidak menimbulkan efek samping apapun kepada ibu, janin, maupun tenaga medis sebagai operator.

Kecanggihan dalam bidang teknologi komunikasi kini diadaptasi pada pemeriksaan USG. Pemeriksaan dapat dilakukan pada daerah terpencil dan bahkan sampai luar angkasa. Pasien yang berada di tempat yang jauh dapat melakukan komunikasi secara langsung dengan para ahli saat pemeriksaan untuk menganalisa dan menegakkan diagnosis pasien. Terdapat berbagai tipe gambaran USG seperti USG dua dimensi (2D), tiga dimensi (3D), dan empat dimensi (4D).

Gambaran dari hasil pemeriksaan 2D akan memberikan tampilan gambar yang datar dengan warna hitam putih, sedangkan 3D memberikan tampilan berwarna dengan bentuk gambaran tiga dimensi, dan untuk 4D akan memberikan gambar yang sama dengan 3D yang disertai dengan gerakan dan dapat direkam dalam bentuk video. Pemeriksaan USG 4D saat ini menjadi pemeriksaan yang favorit pada ibu yang sedang hamil. Pemeriksaan USG 4D bisa memberikan gambaran dan tampilan video janin langsung di dalam rahim. USG 4D memungkinkan melihat bentuk janin dengan lebih jelas seperti bentuk wajah, aktivitas bayi, hingga organ dalam dan tulang janin.

Pemeriksaan menggunakan Doppler pada USG dapat menilai aliran darah yang melewati pembuluh darah, apakah terjadi sumbatan atau penurunan aliran darah yang dapat menyebabkan berbagai penyakit diantaranya seperti stroke, serangan jantung, gangguan aliran darah pada tali pusat, dan mendiagnosa jenis tumor. Sebelumnya disebutkan keuntungan USG yaitu dapat dibawa kemana-mana. Saat ini hadir USG jinjing yang memudahkan untuk dibawa dan digunakan dimanapun termasuk pada saat kondisi bencana.

Sebagai contoh seperti yang digunakan pada saat bencana besar Tsunami yang melanda Aceh pada 2004 silam, pemeriksaan USG menjadi sangat berguna dalam membantu menentukan keadaan umum pasien. Dari berbagai keuntungan yang didapat dari pemeriksaan USG tersebut dapat diprediksi bahwa di masa yang akan datang USG ini dapat menggantikan fungsi dari stetoskop yang selama ini digunakan. Pasien sebagai penerima jasa pelayanan kesehatan, diharapkan akan memperoleh keuntungan dan pelayanan yang lebih baik.

* * *