Kabar Terkini
Panggilan untuk Melayani

Panggilan untuk Melayani

14 Maret 2019

Penulis: dr. Andre Bayu Nugroho

Tidak ada yang kebetulan yang terjadi dalam hidup saya. Ini adalah salah satu prinsip hidup saya. Termasuk ketika saya diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan dokter, saya percaya ini bukan suatu kebetulan. Sebagai seorang yang sudah diperlengkapi, egois jika saya menikmatinya sendiri. Saya punya tugas untuk berbagi. Membagikan apa yang sudah saya dapat kepada orang lain. Setelah lulus menjadi seorang dokter, saya berkeingingan untuk pergi ke daerah-daerah di Indonesia untuk memberikan diri saya di bidang kesehatan.

Saya tau bahwa masih banyak daerah di Indonesia yang kekurangan tenaga medis dan kesulitan untuk mengakses fasilitas kesehatan, itu yang membuat diri saya terpanggil untuk memberikan diri saya. Melalui program dokter internsip setelah lulus, saya berpikir saya bisa mewujudkannya. Ternyata saya tidak mendapatkan tempat internsip di daerah perifer Indonesia, justru di kota yang cukup maju di bidang kesehatan. Keinginan untuk pergi ke daerah-daerah di Indonesia yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan masih mengalir kuat dalam diri saya.

Suatu hari, seorang sahabat mengajak saya untuk mendaftar doctorSHARE. Setelah menanti cukup lama, kesempatan itu datang juga. Saya diajak untuk melakukan pelayanan medis perdana saya di Muara Kaman, Kalimantan Timur pada bulan April 2018. Senang sekali rasanya bisa mendapatkan kesempatan berbagi dan melayani saudara-saudara di pelosok negeri bersama doctorSHARE!. Kami menempuh perjalanan darat sekitar 6-8 jam dari Balikpapan untuk sampai di Muara Kaman.

Medan yang harus ditempuh pun sulit. Kami menyeberangi sungai Mahakam dengan menggunakan perahu kayu, melewati jalan yang rusak bergelombang dan berlumpur. Belum ada tenaga dokter di fasilitas kesehatan Muara Kaman. Pasien-pasien di Puskesmas dilayani oleh bidan dan perawat. Sehingga, jika membutuhkan penanganan kesehatan lebih lanjut, pasien harus dirujuk ke kota terdekat dengan jarak tempuh 1-2 jam dengan medan yang sulit.

Pelayanan medis pertama saya ini yang membuat saya sadar bahwa masih banyak masyarakat di daerah perifer Indonesia yang masih belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai. Untuk mencapai fasilitas kesehatan mereka masih harus berjuang. Berbeda sekali dengan tempat saya internsip. Hal ini yang membuat hati saya semakin tergerak untuk melayani. Kesempatan berikutnya, saya diajak untuk melayani di Pulau Kei Besar, Maluku.

Di Kei saya mengalami sendiri kalimat yang selalu didengungkan oleh dr. Lie Dharmawan, “Kalau kamu jadi dokter, jangan mengambil duit orang miskin. Mereka akan membayar, tetapi di rumah mereka menangis karena tidak punya uang untuk membeli beras.” Saat itu tim bedah minor sedang melakukan operasi lipoma di punggung seorang ibu. Kasusnya cukup sulit, waktu operasi yang dibutuhkan pun agak lama. Di tengah operasi, tiba-tiba ibu itu menangis.

Kami mengira ibu itu kesakitan karena efek obat bius yang mulai habis. Ketika kami tanya mengapa ibu itu menangis, ibu itu menjawab, “Saya tidak punya uang untuk pulang naik ojek.” Mendengar jawaban ibu itu, hati saya terenyuh, saya hampir meneteskan air mata. Benar apa yang selalu dikatakan dr. Lie. Ibu itu datang dari jauh, memberikan apa yang ia punya hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Pelayanan medis ketiga saya adalah pelayanan medis di Batui, Sulawesi Tengah.

Kami juga melayani suku Kahumamahon, sebuah suku terasing di Desa Maleo Jaya, Batui Selatan. Menyaksikan senyum tulus dan wajah bahagia masyarakat setempat ketika kami melayani mereka adalah sebuah perasaan yang tidak tergantikan bagi saya. Puas rasanya. Menjadi seorang dokter adalah panggilan yang luar biasa bagi saya. Saya bisa begitu dekat dengan kehidupan. Menjadi seorang dokter bagi saya tidak hanya mengobati penyakit pasien, saya bisa melayani pasien sebagai manusia seutuhnya dan juga bisa menyentuh jiwa pasien. Bahkan tak jarang jiwa saya pun yang disentuh oleh pasien.

Saya juga bersyukur bisa bertemu dengan tim-tim tangguh yang punya hati untuk bekerja dan melayani sesama. Saya belajar dari mereka bahwa selalu ada jalan untuk melakukan kebaikan jika kita mau berusaha. Sekecil apapun kebaikan itu akan bermanfaat dan berdampak. Setiap pelayanan medis bersama doctorSHARE memliki cerita masing-masing di hati saya. Sebuah kesempatan untuk memberikan diri, melayani, belajar, dan bertemu dengan orang-orang hebat. Pengalaman dan semangat melayani yang akan terus hidup di hati saya.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani