Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (22 - 29 April 2019)

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (22 - 29 April 2019)

1 Mei 2019

Oleh: dr. Ivan Reynaldo Lubis

Tim relawan doctorSHARE bersama Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan melayani masyarakat Indonesia pada 22 – 29 April 2019. Pelayanan medis kali ini dilaksanakan di Kecamatan Balauring dan Wairiang, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Menurut data, Kabupaten Lembata memiliki luas wilayah 1.266,40 km2 dan beribukota di Lewoleba.

Tim beranggotakan 21 orang relawan medis dan tiga orang relawan non-medis, tim doctorSHARE memulai perjalanan dari Jakarta menuju Lembata pada Senin (22/4) pagi hari. Setibanya di Kupang, tim langsung melanjutkan perjalanan menuju Lewoleba. Setibanya di Bandara Wunopito, Lewoleba tim melanjutkan perjalanan darat menuju Pelabuhan Balauring di Kecamatan Omesuri dengan waktu tempuh hampir tiga jam perjalanan.

Tim melaksanakan Balai Pengobatan (BP) dan pemeriksaan awal (screening) pasien operasi pada keesokan harinya (23/4). BP dan screening dilaksanakan di Puskesmas Balauring dan Puskesmas Wairiang dengan membagi dua tim. Berdasarkan laporan Koordinator BP, dr. Grandy Ciputra, tercatat ada 318 pasien yang datang memeriksakan kondisi kesehatannya di dua Puskesmas tersebut.

Pada 24 – 26 April 2019 pelayanan medis difokuskan di RSA dr. Lie Dharmawan yang bersandar di Pelabuhan Balauring. Selama tiga hari, kegiatan yang dilaksanakan adalah bedah mayor, bedah minor, pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan gigi. Puskesmas Balauring juga masih digunakan untuk melayani pasien pemeriksaan kandungan dan gigi.

Pasien yang sudah melalui proses screening didata kemudian dijadwalkan untuk operasi. Pasien yang hadir tidak terbatas hanya dari Kecamatan Omesuri dan Buyasuri saja, melainkan dari Kecamatan Otadei untuk melakukan tindakan Metode Operasi Wanita (MOW) atau sterilisasi pada wanita.

Koordinator Bedah Mayor, dr. Jessica Soeryawinata mengatakan total ada 32 pasien dengan 7 kasus operasi mayor. Kasus terbanyak yang ditemui tim bedah mayor yaitu Hernia, Eksisi Tumor, dan MOW. Koordinator Bedah Minor, dr. Alfando David Kaligis menyebutkan ada 74 pasien operasi minor dengan kasus terbanyak yaitu Lipoma, Kista Atheroma, dan Ganglion. Pelayanan bedah mayor dan minor di Kabupaten Lembata melebihi target awal jumlah pasien.

Pelayanan bedah mayor dan bedah minor masing-masing ditargetkan untuk 15 dan 45 pasien. Saat tim berdiskusi, tim sanggup untuk menangani lebih dari target karena pasien yang datang banyak. Akhirnya target pasien ditambah saat pelaksanaannya. Lebihnya target pasien tidak hanya dari pasien dengan kasus bedah mayor dan minor.

Kehadiran dokter spesialis kandungan (Obgyn) banyak dimanfaatkan oleh pasien untuk sterilisasi. Layanan pemeriksaan kandungan melalui USG ditunggu-tunggu oleh para ibu hamil. Selain itu, ibu-ibu yang hendak sterilisasi juga hadir ke RSA untuk tindakan. Lima bayi berhasil dilahirkan melalui tindakan operasi sesar (Sectio Caesaria) di RSA karena kelahirannya bersifat harus disegerakan.

Selama pelayanan medis di Lembata, Puskesmas Balauring dan Wairiang tetap beroperasi normal. Pelayanan medis doctorSHARE juga melibatkan tenaga medis dua Puskesmas tersebut. Tenaga medis setempat memfasilitasi tim relawan saat BP, screening, pemeriksaan kandungan, pemeriksaan gigi, dan pasien pasca-operasi. Secara bergantian, tenaga medis setempat membantu tim relawan saat melayani masyarakat.

Apresiasi diberikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata dan jajarannya yang telah mendukung dan terlibat dalam pelaksanaan pelayanan medis di Kabupaten Lembata. Rangkaian kegiatan pelayanan medis berjalan dengan baik.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani