Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara

3 Juni 2019

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara (16 - 22 Juni 2019)

Oleh: Alvin Rizkiyansyah

Relawan doctorSHARE bersama Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan kembali melayani masyarakat di Pulau Kei Besar, Maluku Tenggara pada 16 - 22 Juni 2019. Total 24 relawan medis maupun non-medis yang kali ini melayani masyarakat di Ohoi Langgiarfer, Kecamatan Kei Besar Selatan Barat, Kabupaten Maluku Tenggara. Langgiarfer dapat ditempuh sekitar 60 menit dari Pelabuhan Elat melalui jalur laut.

Tim doctorSHARE tiba pada Senin (17/6) di Ohoi Langgiarfer, beberapa masyarakat sudah menyambut dan menunggu di pelabuhan rakyat. Masyarakat gotong royong membantu menyandarkan speedboat yang tumpangi ke pesisir pantai yang kesulitan akibat angin kencang. RSA dr. Lie Dharmawan tidak dapat bersandar karena tidak adanya dermaga, sehingga tim memerlukan speedboat untuk mobilisasi.

Setibanya di Langgiarfer, tim relawan langsung melakukan screening atau pemeriksaan awal terhadap pasien yang sudah berkumpul dan menunggu sejak pagi di Kantor Desa Langgiarfer. Beberapa pasien bahkan datang dari desa lain yang jaraknya hingga puluhan kilometer dari Langgiarfer. Pemeriksaan awal ini dilakukan untuk menentukan tindakan operasi minor atau mayor pada pasien keesokan harinya. Salah satu pasien dari Desa Soindat, Selvi Ohoiner rela menempuh satu jam perjalanan menggunakan perahu jenis longboat atau masyarakat Kei menyebutnya speed untuk memeriksakan benjolan di tangannya.

“Tidak masalah jauh juga, karena disana (Soindat) akses kesehatan susah, beruntung ada doctorSHARE disini,” kata Selvi saat menunggu panggilan pemeriksaan di depan kantor desa. Di hari kedua (18/6) pelayanan medis dibagi menjadi dua lokasi, operasi mayor dilakukan di RSA dr. Lie Dharmawan sedangkan untuk operasi minor, balai pengobatan umum, pemeriksaan kehamilan dan kandungan (Obgyn) di Kantor Desa Langgiarfer yang dirubah menjadi klinik sementara. Hingga akhir pelayanan medis (22/6) total ada 44 pasien yang melakukan operasi baik minor maupun mayor.

Laporan Koordinator Bedah Mayor, dr. Reynaldo Ivan Lubis menyebutkan ada 14 pasien bedah mayor dengan kasus yang ditemui Hernia, Lipoma, dan Tumor Payudara. Pasien bedah minor tercatat ada 30 pasien dengan kasus Lipoma, Kista Ateroma, Papiloma, dan Ganglion. “Paling banyak itu ada 13 kasus operasi pengidap Lipoma. Lipoma ini semacam jaringan lemak yang tumbuh secara abnormal, jika ditekan pun tidak terasa sakit,” ucap Koordinator Operasi Minor, dr. Cynthia Christine Jonachan.

Pasien pengobatan umum menurut dr. Yolanda Jenny Pratana berjumlah 30 pasien yang dilayani selama pelayanan medis di Langgiarfer. Masyarakat yang datang berkonsultasi dan diberikan obat tercatat menderita batuk, demam, asam urat, rematik, dan kolestrol. Sementara dr. Lisa Kriestanto, yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan kehamilan dan kandungan (obgyn) menerima 30 pasien. Lima pasien memeriksakan kandungannya dan sisanya hanya sebatas konsultasi kehamilan.

Pelayanan medis doctorSHARE di Pulau Kei Besar sudah ada sejak tahun 2009. Pelayanan diawali dengan mendirikan Panti Rawat Gizi (PRG) doctorSHARE di Elat, Kei Besar untuk pelayanan medis dasar masyarakat Kei Besar. Menurut Koordinator Lapangan, dr. Angelina Vanessa pemilihan tempat pelayanan di Ohoi Langgiarfer adalah sebagai bentuk pemerataan daerah pelayanan doctorSHARE. “Karena di Langgiarfer kapal tidak bisa bersandar di pelabuhan. Jadi tantangan juga buat tim. Karena beberapa dokter tidak terbiasa di kapal dan mabuk laut,” ujar dr. Vanessa.

Tema pelayanan medis kali ini adalah “Melangkah Bersama Wujudkan Indonesia Timur Sehat”. Hal ini selaras dengan misi dari doctorSHARE yang ingin memperbaiki derajat kesehatan Indonesia, terutama di Indonesia Timur melalui penyediaan akses pelayanan kesehatan holistik dan program inovatif berkesinambungan yang berbasis semangat kerelawanan.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani