Kabar Terkini
Doa, Cinta, dan Harapan untuk Leksa

Doa, Cinta, dan Harapan untuk Leksa

28 Juni 2019

Doa, Cinta, dan Harapan untuk Leksa

Oleh: Alvin Rizkiyansyah

Dua minggu sebelum tim doctorSHARE tiba di Ohoi Langgiarfer, Kei Besar Selatan Barat. Kabar akan ada pelayanan medis sudah tersebar sampai ke masyarakat Soindat, Kei Besar Selatan dari informasi pemerintah desa setempat. Adanya pelayanan kesehatan dan operasi secara gratis serta sulitnya akses kesehatan disana, membuat warga setempat antusias untuk memeriksakan kesehatan.

Kabar ini pun sampai di telinga Keterina, rasa senang campur haru dirasakan ibu berumur 40 tahun ini. Menurutnya, kabar kedatangan doctorSHARE ini seperti jawaban Tuhan atas doa yang selalu dipanjatkan untuk kesembuhan anaknya, Leska Rahantali. Leska sapaan akrabnya, kini berusia tiga tahun. Sekilas memang tidak ada yang berbeda dari Leska, seperti anak seumurannya yang masih gemar bermain.

Keterina menjelaskan anaknya memang terlihat normal namun semenjak usia tiga bulan Leska kerap kali menangis kesakitan. Saat itu Keterina tidak mengetahui apa penyebab anaknya menangis, hingga sakitnya harus ditahan sampai usia tiga tahun. “Pertama tahu saat memandikan Leska, ada benjolan kecil sebesar kelereng di bagian kelaminnya. Kasihan, kalau sedang menangis dia menahan sakit,” ucap Keterina sambil mengelus kepala putranya.

Ibu enam anak ini bercerita, saat mengetahui adanya kelainan terhadap putranya dan takut terjadi hal yang tidak diingankan. Ia dan suaminya Isak berencana memeriksakannya ke salah satu rumah sakit swasta di Langgur, Pulau Kei Kecil. Perjalanan dari Soindat menuju Langgur ditempuh dalam waktu dua jam lewat jalur laut menggunakan perahu sejenis long boat atau masyarakat Kei biasa menyebutnya ‘speed’.

Siang hari, keluarga ini mulai berangkat dari Soindat menuju Langgur. Ditengah perjalanan angin kencang dan ombak besar menerjang perahu mereka. Perahu menjadi goyah, air laut berusaha masuk ke perahu. Badan Keterina seolah menjadi tameng pelindung Leska kecil dari dinginnya air laut. Pakaian basah tidak menjadi masalah, asal Leska bisa pulih dari sakitnya.

Setelah satu jam perjalanan, keluarga ini tiba di Raat, Pulau Kei Kecil. Terbatasnya jam pelayanan rumah sakit membuat ia memutuskan untuk bermalam di rumah saudaranya di Raat. Keesokan harinya perjalanan ke rumah sakit dilanjutkan selama satu jam dengan angkutan umum. Setibanya di rumah sakit Leska langsung mendapatkan pemeriksaan awal. Dokter mendiagnosis Leska mengidap Hernia dan harus dilakukan tindakan operasi.

Ketika mendapat kabar untuk melakukan operasi, sang orang tua dihadapi pada satu masalah yaitu biaya yang tidak sedikit. Setelah berdiskusi akhirnya keluarga mengurungkan niat untuk operasi Leska. Isak bekerja sebagai petani umbi dan nelayan, penghasilannya hanya cukup untuk makan keluarganya sehari-hari. Perjalanan panjang yang mereka tempuh, tidak berhasil menyembuhkan Leska dan pulang dengan rasa kecewa. Leska kembali harus menahan sakit akibat Hernia yang didapnya hingga bertahun-tahun.

Pengobatan Leska

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Senin (17/6) Keterina dan masyarakat lainnya berangkat dari Soindat menuju Langgiarfer dengan menggunakan dua speed. Hampir dua jam menunggu, nama Leska Rahantali akhirnya dipanggil untuk melakukan pemeriksaan awal oleh relawan doctorSHARE. Benjolan yang tadinya hanya sebesar kelereng, kini sudah makin membesar seperti bola kasti.

Leska tetap semangat mengikuti proses pemeriksaan, tidak sedikitpun keluhan atau tangisan saat proses pemeriksaan. Sambil ditemani sang ibu, proses pemeriksaan awal akhirnya selesai dan Leska masuk dalam daftar pasien operasi mayor di Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan.

Keesokan harinya, Leska dengan mengenakan kaos kesebelasan sepakbola kesukaanya segera memasuki ruang operasi. Leska yang kemarin ceria, berubah murung dan tidak mau lepas dari pangkuan ibunya. Sesekali ia merengek ketakutan. Bujuk rayu sang ibu dan keinginan kuat Leska untuk sembuh, akhirnya ia siap untuk dioperasi.

Sekitar satu jam operasi berlangsung, Leska dipindahkan ke ruang pemulihan tanda operasi telah dilaksanakan. Perasaan yang tadinya tegang berubah jadi haru, Keterina berkali-kali mengusap air matanya karena melihat operasi putranya berhasil.

Dokter bedah yang menangani Leska, dr. Ishak Lahunduitan, SpB, SpBA menjelaskan Hernia yang diidap Leska disebabkan tidak tertutupnya beberapa lubang saluran bekas turunnya buah zakar atau Prosesus Vaginalis. Hernia pada orang dewasa biasanya disebabkan oleh pekerjaan dan penyakit sedangkan anak karena kelainan bawaan. Satu-satunya metode pengobatan Hernia hanya melalui operasi.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani