Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua (17 - 25 Juli 2019)

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua (17 - 25 Juli 2019)

29 Juli 2019

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua (17 - 25 Juli 2019)

Oleh: Bambang Supriyanto

Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan kembali melayani masyarakat Papua untuk kedua kalinya pada 2019. Pelayanan medis kali ini diselenggarakan di Distrik Poom, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua. Ada 17 relawan medis dan tiga relawan non-medis didatangkan dari berbagai daerah untuk pelayanan medis di Distrik Poom kali ini.

Pemilihan Distrik Poom sebagai lokasi pelayanan medis RSA dr. Lie Dharmawan berdasarkan beberapa faktor dan pertimbangan. Distrik Poom menjadi distrik yang jaraknya paling jauh dari Serui yang merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Yapen. Tidak ada akses transportasi darat hanya ada akses jalur laut, itu pun perlu waktu enam hingga tujuh jam dari Serui menuju Poom.

Kendala transportasi menjadi hal yang sering dihadapi masyarakat saat hendak masuk dan keluar dari Poom. Kebutuhan sehari-hari lebih banyak diambil dari Biak karena jarak tempuh yang lebih dekat ketimbang Serui. Penyeberangan dari Pelabuhan Rakyat Tiptop, Biak hanya membutuhkan waktu dua hingga tiga jam menuju Poom. Jalur Biak – Poom juga dipilih tim relawan doctorSHARE saat hendak melayani masyarakat di Poom.

Kampung Poom II dipilih menjadi lokasi sandarnya RSA dr. Lie Dharmawan karena menjadi pusat konsentrasi masyarakat di Distrik Poom. Kantor pemerintahan, polisi, Puskesmas, dan aktivitas ekonomi masyarakat terpusat di Kampung Poom II. Total ada tujuh kampung yang masuk dalam wilayah Distrik Poom, enam kampung berada di pesisir Pulau Yapen dan satu kampung di sebuah pulau yang cukup jauh jaraknya.

Akses dari kampung ke kampung lebih cepat melalui jalur laut dengan perahu motor atau sampan. Jika menggunakan jalur darat akan memakan waktu lama karena harus dengan berjalan kaki dan memutar. Saat memobilisasi pasien dari Kampung Poom I, Serewen, Rarisi, Worioi, Makiroan, dan Miosindi juga melalui jalur laut. Kondisi transportasi yang terbatas tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk berobat.

Dalam kurun waktu tiga hari pelayanan medis tercatat ada 497 pasien pengobatan umum, 19 pasien bedah minor, 22 pasien bedah mayor, dan 50 pasien pemeriksaan gigi yang dilayani relawan doctorSHARE. Selama melayani masyarakat tim relawan dibantu oleh tenaga medis dan kepolisian setempat guna menjaga kelancaran berjalannya pelayanan medis di Distrik Poom.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani