Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Buru, Maluku  (12 – 19 Agustus 2019)

Pelayanan Medis RSA dr. Lie Dharmawan di Kabupaten Buru, Maluku (12 – 19 Agustus 2019)

28 Agustus 2019

Oleh: Sylvie Tanaga

Tim relawan doctorSHARE yang terdiri dari 21 relawan medis dan 5 relawan non-medis melangsungkan pelayanan medis di Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku pada 12-19 Agustus 2019. Tim terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta menuju Kota Ambon, sebelum melanjutkan perjalanan ke Namlea yang merupakan ibukota Kabupaten Buru. 

Perjalanan dari Ambon ke Namlea ditempuh menggunakan kapal cepat selama kurang lebih tujuh jam. Terjangan ombak yang cukup tinggi pada awal perjalanan sempat mengguncang kapal. Tim akhirnya sampai dengan selamat di Dermaga Namlea dan segera melanjutkan perjalanan darat selama tiga jam menuju Kecamatan Air Buaya, satu dari sepuluh kecamatan yang ada di Pulau Buru. 

Di Kantor Kecamatan Air Buaya, kedatangan tim doctorSHARE diterima langsung oleh Camat Air Buaya, Karim Gailea. Dalam kata sambutannya, Karim menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran tim doctorSHARE, sekaligus mengungkap kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kesehatan. "Tingkat pendidikan masyarakat di sini masih rendah. Cara mereka mengatur tubuh supaya tetap sehat belum semaksimal masyarakat kota,” tutur Karim.

Rangkaian pelayanan medis dimulai pada Rabu (14/8) dengan membuka layanan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan kehamilan, dan pemeriksaan awal (screening) calon pasien bedah. Puskesmas Air Buaya dipilih sebagai lokasi pelayanan medis, 40 menit perjalanan darat dari Pelabuhan Teluk Bara, lokasi Rumah Sakit Apung (RSA) dr. Lie Dharmawan sandar.

Layanan bedah mayor dan minor di RSA dr. Lie Dharmawan dilaksanakan pada Kamis (15/8) hingga dua hari selanjutnya. Pasien yang dinyatakan layak untuk dioperasi pada proses screening satu per satu berdatangan ke RSA. Beriringan dengan pelaksanaan layanan bedah, layanan lainnya tetap berjalan seperti biasa. Balai Pertemuan Desa Bara dan dermaga pelabuhan dipilih menjadi tempat layanan.

Selama empat hari, tim relawan doctorSHARE telah melayani 583 pasien yang terdiri dari 417 pasien pengobatan umum, 41 pasien pengobatan gigi (68 gigi dicabut), 59 pasien pemeriksaan kandungan, 40 pasien bedah minor, dan 26 pasien bedah mayor.

Jenis penyakit terbanyak yang ditemui dalam pengobatan umum adalah darah tinggi, kolesterol tinggi, dan dyspepsia (nyeri pada bagian perut). Kasus terbanyak yang dijumpai dalam pengobatan gigi meliputi gangren pulpa (infeksi gigi) dan gangren radix (sisa akar gigi). Dari pemeriksaan kandungan berhadapan dengan kasus-kasus infertilitas, perdarahan uterus, dan perdarahan pasca persalinan. Kasus bedah minor terbanyak yaitu lipoma pada bedah mayor adalah hernia inguinalis.

Guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para bidan Puskesmas Air Buaya, Relawan Medis doctorSHARE, dr. Nungky Nugroho Wibisono, Sp.OG memberikan materi tentang cara menangani perdarahan pada ibu melahirkan. Keterampilan ini sangat diperlukan mengingat masih seringnya kasus-kasus perdarahan pasca persalinan yang tak jarang menyebabkan kematian.

Dua relawan dokter gigi doctorSHARE yakni drg. Erna Ovtaviana dan drg. Agustina Halim turut memberi penyuluhan tentang cara menggosok gigi secara interaktif menggunakan alat peraga untuk sekitar 50 siswa TK dan SD Negeri Air Buaya. Tim juga membagikan sikat dan pasta gigi dengan harapan para siswa bisa rutin menggosok giginya dengan benar dalam kesehariannya.

Upacara Bendara di RSA
Dalam rangka memperingati 74 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, tim relawan doctorSHARE beserta para kru RSA, melangsungkan upacara bendera di geladak RSA dr. Lie Dharmawan. Upacara berlangsung khidmat selama 20 menit, termasuk pembacaan naskah Proklamasi dan Pancasila, dilanjutkan pengibaran merah-putih diiringi lagu Indonesia Raya. 

Relawan medis doctorSHARE, dr. Eka Ayu Larasati, bertindak sebagai komandan upacara. “Memperingati hari kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia, kita berharap negara ini benar-benar merdeka dari segala jenis penyakit dan penderitaan. Apa yang kita lakukan di Pulau Buru ini merupakan salah satu kontribusi nyata dalam mewujudkan hal tersebut,” ucap dr. Eka.

Koordinator Pelayanan Medis di Pulau Buru, dr. Ivan Reynaldo mengapresiasi kinerja tim relawan selama pelayanan medis berlangsung. Berkat dukungan dari para relawan dan kru RSA, pelayanan medis di Pulau Buru berjalan dengan lancar.

“Saya merasa puas dengan kegiatan pelayanan medis di Pulau Buru, terlepas dari segala keterbatasan yang ada. Saya bangga dengan seluruh relawan yang sangat solid dan selalu bersemangat dalam melayani. Saya bersyukur dengan keberhasilan operasi bibir sumbing yang hasilnya sangat baik, juga terlaksananya upacara bendera dalam rangka HUT RI di atas kapal,” kata dr. Reynaldo.

* * *

Goresan Relawan

Panggilan untuk Melayani